{"id":11332,"date":"2025-03-17T22:39:24","date_gmt":"2025-03-17T15:39:24","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/?page_id=11332"},"modified":"2025-03-22T22:13:19","modified_gmt":"2025-03-22T15:13:19","slug":"layanan-endometriosis-center","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/en\/layanan-endometriosis-center\/","title":{"rendered":"Layanan Endometriosis\u00a0Center"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-page\" data-elementor-id=\"11332\" class=\"elementor elementor-11332\" data-elementor-post-type=\"page\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-97c7bbd e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"97c7bbd\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-b4b395e elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"b4b395e\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><strong><u>Apa itu Endometriosis?<\/u><\/strong><\/p><p>Endometriosis adalah suatu kondisi medis di mana jaringan endometrium (lapisan dalam rahim) tumbuh di luar rongga rahim, seperti di ovarium, tuba falopi, atau organ lainnya.<\/p><p><strong><u>Penyebab Endometriosis<\/u><\/strong><\/p><p>Penyebab pasti endometriosis masih belum sepenuhnya dipahami, namun beberapa teori yang diduga berperan antara lain:<\/p><ol><li><strong>Menstruasi retrograde<\/strong>: haid yang tidak keluar melalui vagina, melainkan mengalir ke dalam rongga perut<\/li><li><strong>Transformasi sel peritoneal<\/strong><\/li><li><strong>Penyebaran sel endometrium<\/strong> melalui sistem limfatik atau darah<\/li><li><strong>Genetika<\/strong>: individu dengan kerabat tingkat pertama yang menderita endometriosis memiliki risiko sekitar enam kali lipat lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini.<\/li><\/ol><p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-11336 aligncenter\" src=\"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-17-at-22.21.58_8efaee62.webp\" alt=\"\" width=\"383\" height=\"163\" srcset=\"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-17-at-22.21.58_8efaee62.webp 383w, https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-17-at-22.21.58_8efaee62-18x8.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 383px) 100vw, 383px\" \/><\/p><p><strong><u>Gejala Endometriosis<\/u><\/strong><\/p><p>Seiring dengan siklus menstruasi, jaringan endometrium menebal, meluruh, dan berdarah setiap bulannya. Namun karena letaknya tidak berada di dalam rahim, darah tersebut tidak bisa keluar dengan normal. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti:<\/p><ol><li>Nyeri menstruasi<\/li><li>Gangguan kesuburan \/ sulit hamil<\/li><li>Nyeri panggul kronis<\/li><li>Menstruasi yang berat atau tidak teratur<\/li><\/ol><ol><li>Nyeri saat berhubungan seksual.<\/li><li>Nyeri saat BAB \/ gangguan pencernaan atau BAK \/ gangguan berkemih, terutama selama haid<\/li><\/ol><p>Secara global, endometriosis mempengaruhi sekitar 10% atau 190 juta perempuan usia reproduktif. Data di PKIAN Harapan Kita, sejak tahun 2020 terdapat sebanyak lebih dari 300 pasien endometriosis dengan keluhan nyeri haid terjadi pada 96% pasien.<\/p><p>Angka-angka tersebut mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan prevalensi sebenarnya karena keterbatasan dalam diagnosis dan pelaporan. Penelitian yang dilakukan di PKIAN Harapan Kita, menunjukkan bahwa pasien dengan endometriosis sebelumnya telah mendatangi hingga 9 dokter sampai akhirnya dapat menegakkan diagnosis endometriosis.<\/p><p>Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan deteksi dini endometriosis, mengingat gejalanya sering tidak spesifik dan dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis hingga 11,6 tahun sejak munculnya gejala, dan sekitar 2,7 tahun hingga akhirnya dirujuk ke Pusat Endometriosis PKIAN Harapan Kita.<\/p><p><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-11335 aligncenter\" src=\"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-17-at-22.22.03_9fc6ab7b-413x267.webp\" alt=\"\" width=\"413\" height=\"267\" \/><\/p><p>Endometriosis memiliki beberapa bentuk (fenotip) yang berbeda, yaitu <strong>kista endometriosis<\/strong> (<strong>endometrioma<\/strong>) merupakan kantung berisi cairan berwarna cokelat yang terbentuk di ovarium akibat jaringan endometriosis yang mengalami perdarahan berulang. Selain itu, <strong>adenomiosis<\/strong>, yaitu jaringan endometriosis yang tumbuh di dalam otot rahim, menyebabkan rahim menjadi lebih besar dan menimbulkan nyeri serta perdarahan haid yang lebih banyak. Bentuk lainnya adalah\u00a0<strong>nodul endometriosis susukan dalam atau deep infiltrating endometriosis (DIE)<\/strong>, yaitu jaringan endometriosis yang tumbuh di luar rahim, sering kali menyerang organ lain seperti di vagina, usus, saluran kemih, dinding perut, hingga kulit, sehingga bisa menyebabkan nyeri hebat saat haid, terutama saat buang air besar, buang air kecil, atau berhubungan intim. Ketiga bentuk ini dapat muncul sendiri-sendiri atau bersamaan, dan sering kali menyebabkan gangguan kesuburan serta penurunan kualitas hidup bagi penderitanya.<\/p><p><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-11334 aligncenter\" src=\"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-17-at-22.22.08_4e5739e8-413x401.webp\" alt=\"\" width=\"413\" height=\"401\" \/><\/p><p>(sumber: New England Journal of Medicine)<\/p><p>Data di PKIAN Harapan Kita menunjukkan bentuk endometriosis paling banyak adalah kista endometriosis (87,8%), adenomiosis (69%), dan DIE (43,7%).<\/p><p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-11337 aligncenter\" src=\"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-17-at-22.22.11_ac652d62-413x341.webp\" alt=\"\" width=\"413\" height=\"341\" srcset=\"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-17-at-22.22.11_ac652d62-413x341.webp 413w, https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-17-at-22.22.11_ac652d62-16x12.webp 16w\" sizes=\"(max-width: 413px) 100vw, 413px\" \/><\/p><p><strong><u>Diagnosis Endometriosis<\/u><\/strong><\/p><p>Modalitas pencitraan seperti USG transvaginal dapat digunakan untuk mengidentifikasi adenomyosis dan kista endometriosis (endometrioma), serta\u00a0MRI\u00a0dapat digunakan untuk mendeteksi nodul DIE. Namun, pencitraan belum dapat sepenuhnya memastikan diagnosis.<\/p><p>Laparoskopi\u00a0adalah\u00a0modalitas <strong>pemeriksaan yang paling akurat<\/strong> sekaligus metode <strong>penatalaksanaan yang direkomendasikan<\/strong> untuk kasus endometriosis. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk melihat langsung lesi endometriosis di dalam rongga perut dan panggul serta melakukan biopsi untuk konfirmasi diagnosis. Selain itu, laparoskopi juga memungkinkan pengangkatan atau ablasi jaringan endometriosis dalam prosedur yang sama, sehingga menjadi pilihan utama dalam penanganan kasus dengan gejala berat atau infertilitas.<\/p><p><strong><u>Penanganan Endometriosis<\/u><\/strong><\/p><p>Penanganan endometriosis bertujuan untuk meredakan gejala, mengurangi rasa sakit, dan meningkatkan kualitas hidup. Beberapa pilihan penanganan yang dapat dilakukan meliputi:<\/p><ol><li><strong> Obat-obatan<\/strong><\/li><li><strong>Penghilang nyeri<\/strong>: Obat antiinflamasi non-steroid (NSAID), seperti ibuprofen, sering digunakan untuk meredakan nyeri panggul dan menstruasi.<\/li><li><strong>Terapi hormon<\/strong>: Penggunaan kontrasepsi hormonal, pil KB, atau alat kontrasepsi hormonal dalam rahim (IUD-LNG) untuk mengatur siklus menstruasi dan mengurangi pertumbuhan jaringan endometrium.<\/li><li><strong>Agonis GnRH (Gonadotropin-releasing hormone)<\/strong>: Obat ini menurunkan kadar estrogen dalam tubuh dan menyebabkan kondisi sementara seperti menopause untuk mengurangi pertumbuhan endometrium.<\/li><li><strong> Pembedahan<\/strong><\/li><\/ol><p>Tujuan tindakan pembedahan pada kasus endometriosis meliputi:<\/p><ol><li><strong>Mengurangi Nyeri<\/strong>\u2013 Mengangkat jaringan endometriosis yang menyebabkan nyeri panggul kronis, terutama pada kasus yang tidak responsif terhadap terapi obat.<\/li><li><strong>Memperbaiki Kesuburan<\/strong>\u2013 Menghilangkan jaringan endometriosis, terutama pada ovarium dan tuba falopi, untuk meningkatkan peluang kehamilan pada pasien yang mengalami gangguan kesuburan.<\/li><li><strong>Mengembalikan Anatomi Normal Panggul<\/strong>\u2013 Melepaskan perlengketan (adhesi) yang terbentuk akibat endometriosis, sehingga organ reproduksi, kemih, dan pencernaan dapat berfungsi lebih baik.<\/li><li><strong>Menegakkan Diagnosis Pasti<\/strong>\u2013 Laparoskopi memungkinkan visualisasi langsung dan biopsi jaringan endometriosis untuk memastikan diagnosis.<\/li><li><strong>Mengurangi Risiko Kekambuhan<\/strong>\u2013 Meskipun endometriosis dapat kambuh, namun pembedahan yang dilakukan dengan teknik yang tepat dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan.<\/li><li><strong>Menghilangkan Lesi yang Mengancam Kesehatan<\/strong>\u2013 Pada kasus endometriosis berat yang melibatkan usus, kandung kemih, atau ureter, pembedahan dapat mencegah komplikasi serius seperti obstruksi usus atau hidronefrosis hingga mencegah kerusakan ginjal.<\/li><li><strong>Pilihan Definitif pada Kasus Berat<\/strong>\u2013 Jika terapi lain gagal dan gejala sangat mengganggu kualitas hidup pasien yang tidak berencana hamil, tindakan pengangkatan rahim (<strong>histerektomi) <\/strong>dengan atau tanpa pengangkatan ovarium dapat menjadi pilihan.<\/li><li><strong> Perubahan Gaya Hidup<\/strong><\/li><li><strong>Pola makan sehat<\/strong>: Mengurangi peradangan dengan makan makanan yang kaya akan antioksidan, serat, dan asam lemak omega-3.<\/li><li><strong>Olahraga<\/strong>: Aktivitas fisik teratur dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan kesejahteraan mental.<\/li><li><strong>Akupunktur<\/strong>: Beberapa wanita merasa terapi akupunktur membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup.<\/li><\/ol>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-f6bed07 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"f6bed07\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-f334ba4 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"f334ba4\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Anggota Tim Endometriosis PKIAN Harapan Kita:<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-837022c e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"837022c\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-bc99ece e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"bc99ece\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-b4560d1 elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"b4560d1\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"576\" src=\"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IMG_7606-1-768x576.webp\" class=\"attachment-medium_large size-medium_large wp-image-11503\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IMG_7606-1-768x576.webp 768w, https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IMG_7606-1-1536x1152.webp 1536w, https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IMG_7606-1-2048x1536.webp 2048w, https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IMG_7606-1-16x12.webp 16w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-d6a518e e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"d6a518e\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-8db64a8 e-grid e-con-full e-con e-child\" data-id=\"8db64a8\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-106237d elementor-view-default elementor-position-top elementor-mobile-position-top elementor-widget elementor-widget-icon-box\" data-id=\"106237d\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"icon-box.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-icon-box-wrapper\">\n\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-icon-box-icon\">\n\t\t\t\t<span  class=\"elementor-icon\">\n\t\t\t\t<i aria-hidden=\"true\" class=\"icon icon-doctor\"><\/i>\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-icon-box-content\">\n\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"elementor-icon-box-description\">\n\t\t\t\t\t\tdr. Mohammad Haekal SpOG, Subsp.FER, MIGS, FICS\t\t\t\t\t<\/p>\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-c4b3816 elementor-view-default elementor-position-top elementor-mobile-position-top elementor-widget elementor-widget-icon-box\" data-id=\"c4b3816\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"icon-box.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-icon-box-wrapper\">\n\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-icon-box-icon\">\n\t\t\t\t<span  class=\"elementor-icon\">\n\t\t\t\t<i aria-hidden=\"true\" class=\"icon icon-doctor\"><\/i>\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-icon-box-content\">\n\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"elementor-icon-box-description\">\n\t\t\t\t\t\tdr. Aidrus Mutalib SpOG, Subsp.FER\t\t\t\t\t<\/p>\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-03ce8c0 elementor-view-default elementor-position-top elementor-mobile-position-top elementor-widget elementor-widget-icon-box\" data-id=\"03ce8c0\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"icon-box.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-icon-box-wrapper\">\n\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-icon-box-icon\">\n\t\t\t\t<span  class=\"elementor-icon\">\n\t\t\t\t<i aria-hidden=\"true\" class=\"icon icon-doctor\"><\/i>\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-icon-box-content\">\n\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"elementor-icon-box-description\">\n\t\t\t\t\t\tdr. Gita Maria Tanurahardja, SpRad\t\t\t\t\t<\/p>\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-a06e796 elementor-view-default elementor-position-top elementor-mobile-position-top elementor-widget elementor-widget-icon-box\" data-id=\"a06e796\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"icon-box.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-icon-box-wrapper\">\n\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-icon-box-icon\">\n\t\t\t\t<span  class=\"elementor-icon\">\n\t\t\t\t<i aria-hidden=\"true\" class=\"icon icon-doctor\"><\/i>\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-icon-box-content\">\n\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"elementor-icon-box-description\">\n\t\t\t\t\t\tdr. Hilman Handiansyah SpU, FICS\t\t\t\t\t<\/p>\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-e47899c elementor-view-default elementor-position-top elementor-mobile-position-top elementor-widget elementor-widget-icon-box\" data-id=\"e47899c\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"icon-box.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-icon-box-wrapper\">\n\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-icon-box-icon\">\n\t\t\t\t<span  class=\"elementor-icon\">\n\t\t\t\t<i aria-hidden=\"true\" class=\"icon icon-doctor\"><\/i>\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-icon-box-content\">\n\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"elementor-icon-box-description\">\n\t\t\t\t\t\tdr. Mohammad Maksum Zainuri, SpB, M.KedKlin\t\t\t\t\t<\/p>\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu Endometriosis? Endometriosis adalah suatu kondisi medis di mana jaringan endometrium (lapisan dalam rahim) tumbuh di luar rongga rahim, seperti di ovarium, tuba falopi, atau organ lainnya. Penyebab Endometriosis Penyebab pasti endometriosis masih belum sepenuhnya dipahami, namun beberapa teori yang diduga berperan antara lain: Menstruasi retrograde: haid yang tidak keluar melalui vagina, melainkan mengalir [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":23,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"template\/template-page.php","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-11332","page","type-page","status-publish","hentry"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/11332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11332"}],"version-history":[{"count":19,"href":"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/11332\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11507,"href":"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/11332\/revisions\/11507"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.rsabhk.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}